Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah

Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah

Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah

Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah
Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah

Sebagai umat muslim pastinya kita sudah mengerti apa itu adzan dan Iqamah. Adzan merupakan sebuah seruan yang menandai masuknya waktu shalat lima waktu dan dilafazhkan dengan lafazh-lafazh tertentu. Sedangkan Iqamah merupakan seruan bahwa shalat akan segera didirikan dengan menyebut lafazh-lafazh khusus, Iqamah bisa disebut juga sebagai adzan kedua.

Sejarah Singkat Kumandang Adzan dan Iqamah

Yang menjadi pertanyaan dan pembahasan kita kali ini adalah sejak kapan adzan dan iqamah itu munculnya ? bagaimana sejarah awal dikumandangkannya adzan dan Iqamah ? Berikut ini Kumpulan Sejarah akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut dari beberapa sumber yang dapat dipercaya. Berikut informasi selengkapnya.

Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Dasar hukum Adzan dan Iqomah ialah Ijma` yang didahului hasil mimpi `Abdullah bin Zaid (beliau adalah seorang hamba Allah yang berasal dari bani Khazraj, beliau mengikuti baiah aqabah ke-2) pada suatu malam dimana para sahabat sedang sibuk bermusyawarah mengenai cara mengumpulkan manusia.

Mimpi tersebut seperti yang termaktub di dalam Sunan Abi Dawud adalah: Dari `Abdillah, dia berkata: “Begitu Nabi Muhammad SAW memerintahkan menggunakan lonceng untuk dipukul guna mengumpulan para manusia untuk mengerjakan shalat, di tengah-tengah saya tidur, melintaslah padaku seorang laki-laki yang membawa lonceng ditangannya. Maka saya berkata: “Hai hamba Allah; apakah lonceng itu akan saudara jual?”

Kalimat Adzan

Ia menjawab: Akan saudara gunakan untuk apa? Sayapun menjawab: Saya akan menggunakannya untuk memanggil para manusia melakukan shalat. Ia berkata: Maukah saudara jika saya tunjukkan cara yang lebih bagus dari itu ?

Saya menjawab: “Baiklah dan terima kasih. Ia pun berkata: Supaya kamu katakan

Allahu Akbar – Allahu Akbar (2x)

Asyhadu alla ilaha illallah (2)

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2x)

Hayya ‘alash sholah (2 kali)

Hayya ‘alal falah (2 kali)

Allahu Akbar – Allahu Akbar (1x)

La ilaha illallah (1x).

Kalimat tersebut kini kita kenal dengan Adzan.

Kalimat Iqamah

Kemudian dia pergi dariku tidak begitu jauh, lalu berkata lagi: Dan apabila akan dilaksanakan shalat, supaya kamu katakan

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illallah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Hayya ‘alash sholah

Hayya ‘alal falah

Qod qomatish sholah (2 kali), artinya: “Shalat akan didirikan”

Allahu Akbar, Allahu Akbar

La ilaha illallah

Demikianlah, dan setelah pagi hari sayapun datang kepada Nabi Saw dan memberitakan kepada beliau mimpi tersebut. Berkatalah Nabi: Benarlah, itu dia mimpi yang benar Insya Allah. Temuilah saudara Bilal dan sampaikan kepadanya mimpimu itu, supaya dia saja yang beradzan dengan seperti dalam mimpimu, karena dialah yang mempunyai suara lebih keras daripadamu.

Sayapun menemui Bilal dan segera saya menyampaikan mimpi di atas kepadanya, lalu dia mengumandangkan adzan.

Sedang `Umar bin Al- Khaththab di rumahnya, terdengarlah padanya adzan Bilal. Seraya ia keluar rumah dengan menjelai pakaiannya dan berkata:

“Ya Rasulullah, Demi Allah yang telah mengutus Engkau dengan kebenaran , benar-benar sayapun telah bermimpi seperti mimpinya `Abdullah bin Zaid. Menjawab Nabi Saw: Alhamdulillah.”

Dikatakan, bahwa belasan sahabat Nabi bermimpi seperti mimpinya `Abdullah tersebut.

Nah, sekianlah informasi mengenai Sejarah Kumandang Adzan dan Iqamah, mudah-mudahan apa yang sudah dijelaskan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Sobat semua tentang sejarah dalam dunia islam.

Baca juga artikel: