Technopark SMKN 4 Bandung, Wadahi Potensi Kewirausahan Berbasis Teknologi

Technopark SMKN 4 Bandung, Wadahi Potensi Kewirausahan Berbasis Teknologi

Technopark SMKN 4 Bandung, Wadahi Potensi Kewirausahan Berbasis Teknologi

 

Technopark SMKN 4 Bandung, Wadahi Potensi Kewirausahan Berbasis Teknologi

Guna mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis teknologi

SMKN 4 Bandung resmikan Gedung Technopark SMKN 4 Bandung di Jalan Kliningan nomor 6, Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu 25 Agustus 2018. Bekerja sama dengan Bandung Technopark (BTP) serta perusahaan pendukung yang lain, Tecnopark tersebut diharapkan mampu menjadi wadah penunjang siswa.

Kepala Sekolah SMKN 4 Bandung

Asep Tapip Yani mengatakan, program tersebut adalah bentuk perwujudan dari Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Indonesia.

“Tecnopark ini salah satu pengembangan dari Inpres tersebut, untuk memvitalkan kembali peran Sekolah Menengah Kejuruan bagi pengembangan potensi siswa,” ungkap Asep dalam sambutannya.

Asep pun mengatakan terbentuknya technopark tersebut atas terjalinnya kerja sama dengan BTP serta berafiliasi dengan perusahaan lainnya yang bersedia melakukan kerjasama dengan pihak sekolah. “Selain menjadi wadah kerjasama antara siswa dengan dunia industri, technopark juga memberikan pelatihan teaching factory, pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis,” katanya menambahkan.

Sedangkan menurut Perwakilan BTP

Unang Sunarya mengatakan, lewat program technopark, pihaknya berperan untuk memberikan solusi teknologi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis berbasis teknologi dengan mendampingi startup yang dibuat oleh para siswa.

“Kami akan melakukan pendampingan, karena permasalahan bagi startup yang masih baru adalah konsistensi. Diawalnya kuat, tapi ditengah jalan biasanya goyah. Maka kita bakal melakukan proses digital marketing agar produk buatan siswa menjadi booming, kemudian akan melakukan pelatihan berupa pengenalan proses bisnis plan sedini mungkin,” ucap Unang.

Selain itu, masih menurut Unang

fungsi technopark ini adalah menjadi jebatan relasi yang akan mempertemukan produsen (siswa) dengan konsumen (perusahaan). “Karena startup tidak akan bisa berdiri sendiri, ia harus bisa berkolaborasi dengan mempunyai relasi yang banyak,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ai Atikah mengapresiasi program technopark tersebut. Ia mengimbau agar kegiatan tersebut dapat konsisten dan terus berjalan hingga semua tujuan tercapai. “Jangan sampai program ini terhenti ditengah jalan. Selalu usahakan agar technopark in tetap eksis yang salah satu caranya adalah dengan dikelola dengan sebaik-baiknya,” ucap perwakilan KCD VII tersebut.

 

Artikel Terkait: