UNBK Masih Butuh Penambahan Fasilitas

UNBK Masih Butuh Penambahan Fasilitas

UNBK Masih Butuh Penambahan Fasilitas

UNBK Masih Butuh Penambahan Fasilitas
UNBK Masih Butuh Penambahan Fasilitas

Di hari ke dua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih ditemui banyak kendala. Hal ini terlihat dari pelaksanaan UNBK di SMPN Dayeuhkolot II yang pelaksanaanya dilakukan di SMK Assalam.

SMPN II Dayeuhkolot terdapat 435 peserta yang mengikuti UNBK. Namun,

meskipun menumpang keterbatasan komputer yang dimiliki SMK Assalam membuat UNBK dibagi tiga sesi.

Kepala Sekolah SMPN II Dayeuhkolot Asep Juhro mengatakan, pelaksanaan UNBK kali ini berjalan dengan lancar bahkan dari pusat server sudah bisa connect cepat.

’’Kemarin ada delay rata-rata selama satu jam,’’ jelas Asep ketika ditemui kemarin (24/4)

Asep mengakui selama ini, sekolah yang dipimpinnya perangkat komputer yang dimiliki belum memadai untuk pelaksanaan UNBK. Sehingga, saat ini menggunakan fasilitas sekolah lain.

’’ Komputer milik SMPN II Dayeuhkolot belum cukup. Karena kalau 435 peserta dibagi tiga sesi maka, untuk satu sesi akan ada 140 an peserta. Ini artinya harus ada sekitar 150 komputer, sedangkan kita baru punya 40 komputer,’’kata dia.

Lebih lanjut Asep menjelaskan tahun ini merupakan tahun pertama SMPN II

Dayeuhkolot melakukan UNBK, sebab tahun lalu SMPN II Dayeuhkolot hanya melakukan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).
Dia berharap, tahun depan SMPN II Dayeuhkolot kembali mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk fasilitas perangkat komputer agar siswa SMPN II Dayeuhkolot bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Juhana mengungkapkan, pada 2017 UNBK hanya dilaksanakan sekitar 20 persen. Namun untuk tahun ini meningkat menjadi 48 persen.

Juhana mengakui, untuk teknis pelaksanaan masih ada sekolah yang bekerkerjasama dengan sekolah lainnya. Sehingga, untuk target 2019 nanti pihaknya akan mengupayakan peningkatan menjadi 60 persen sampai dengan 70 persen.

“ Harus didukung oleh pengadaan sarana prasarana computer, baik dukungan

dari partisipasi masyarakat juga kemitraan dengan sekolah SMA dan SMK,” ungkap Juhana.

Dia menyebutkan, untuk pelaksanaan ujian nasional kali ini masih ada 206 sekolah yang masih melakukan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) di antaranya 35 Sekolah Rakyat (Sekra) Negeri, 4 Sekra SMP Satu Atap, Sekra SMP Swasta sebanyak 147 sekolah, SMP Terbuka Gabung 7 sekolah serta SMP Swasta Gabung 13 sekolah, dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 23.794 siswa.

Sementara, pelaksanaan UNBK tahun ini di Kabupaten Bandung ada 109, yakni 18 sekolah SMP Negeri (mandiri), 49 sekolah swasta (mandiri), 22 sekolah SMN Negeri (gabung) dan 20 sekolah SMP swasta (gabung), dengan siswa yang mengikuti ujian sebanyak 22.441 siswa.

 

Baca Juga :