Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia
Unsur dan Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat terdiri dari berbagai unsur seperti subyek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna bila memiliki minimal dua unsur, yaitu subyek dan predikat.

* Unsur Kalimat…
1. Subyek (S)

Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
Contoh :
Siwon adalah seorang aktor dan penyanyi.
Super Junior adalah boyband favoritku.
Buku itu dibeli oleh Kibum.
2. Predikat (P)

Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Contoh :
Yesung menyanyi dengan merdu.
Hangeng memasak nasi goreng.
Leeteuk membaca majalah.
3. Objek (O)

Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
Biasanya terletak di belakang predikat.
Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
Ada dua macam objek, yaitu :
Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :

1. Penderita

Contoh : Kyuhyun mencoret-coret tembok.

2. Penerima

Contoh : Eunhyuk memakai baju Heechul.

3. Tempat

Contoh : Super Junior datang ke Indonesia.

4. Alat

Contoh : Kangin melempar bola ke Shindong.

5. Hasil

Contoh : Donghae mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.

Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :

1. Penderita.

Contoh : Sungmin memberikan Sungjin komputer baru.

2. Hasil.

Contoh : Ryeowook membelikan orangtuanya rumah.

Sumber : https://posts.teachable.com/p/hormonal-and-mental-health