Wajah Lokalisasi Legendaris Dolly akan Jadi 4 Hal Ini

Wajah Lokalisasi Legendaris Dolly

Wajah Lokalisasi Legendaris Dolly akan Jadi 4 Hal Ini

Wajah Lokalisasi Legendaris Dolly
Wajah Lokalisasi Legendaris Dolly

 Biasa disebut gang Dolly

lokalisasi ini sudah ada sejak ratusan silam. Tidak jelas kapan tepatnya mulai beroperasi, tapi dipastikan sejak zaman kolonial. Pemkot Surabaya berencana menutupnya tahun depan. Akan dijadikan apa lokalisasi terkenal ini?

Nama Dolly diambil dari sang pendiri, Dolly van der mart. Biasa disapa Tante Dolly. Dia adalah perempuan keturunan Belanda. Zaman kolonial, dia menyediakan gadis penghibur untuk tentara Belanda. Seiring dengan perkembangan, ‘penghuni’-nya kian majemuk. Jumlahnya juga kian bejibun.

 

Dolly berada di pusat kota

permukiman pada penduduk kawasan Jarak, Pasar Kembang. Konon, inilah lokaliasi terbesar di Asia Tenggara. Lebih besar dari Patpong Thailand dan Geylang di Singapura.

Rencana penutupan kawasan ‘merah’

ini sudah sejak lama digaungkan, tapi tak terealisir. Di era kepemimpinan Risma Trimaharini, rencana tersebut dimatangkan. Tak hanya Dolly, tapi juga lokalisasi Klakah Rejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari. Dana Rp 25 miliar siap digelontorkan.

Rencananya, paling telat sebelum Ramadan tahun depan, lokalisasi-lokalisasi tersebut ditutup. Khusus Dolly, seperti inilah wajah barunya berdasarkan rancangan pemkot.